Aku mulai lelah dengan Cinta
Hari ini malam dingin, orang bilang akibat posisi bumi Aphelion, padahal bukan itu penyebabnya, mereka kadang mengada-ada. Dengan iringan musik instrument dari sang maestro "Yiruma" aku mulai menulis secarik post malam ini. Pernah tidak kalian merasa seperti ini, dimana terasa bosan dan letih dengan namanya hiruk pikuk percintaan remaja.
Aku remaja, aku labil, aku mudah mencita, mudah membenci. Itulah kenapa aku takut tuk menyentuh api cinta, takut membuat lara di hati dia yang kucintai. Juga sebagai makhluk yang egois, batinku juga takut untuk tersayat oleh tajamnya rasa cemburu yang tak beralasan. Wow!! sungguh antik bin unik! sekarang ini aku tak tahu aku sedang menulis apa. Aku hanya menuruti larinya jari-jariku di atas papa keyboard laptop ku. Ingin menangis tapi apa yang ditangisi? apakah hanya karena aku larut dalam loncatan melodi dari musik ini? sungguh misterius.
Saat ini aku mencintai seseorang? berani sekali aku mengatakan "CINTA" ?? ya karena aku remaja! yang tak berpikir panjang dan sok tahu menau tentang cinta :') aku tak pernah tahu apa yang akan kulihat di ujung hubungan ku dengan dia, kekasihku. Kadang rasa was-was datang begitu menggila. Kadang rasa acuh datang begitu menjadi-jadi. Andai aku bisa menanyakan itu kepada hatiku :')
ini juga menambah ku bingung... Sebenarnya perasaan ini muncul dari mana? bukannya semua dikendalikan otak? pikiran? bukannya hati.
Ingin berlari dari perasaan cinta, karena aku begitu takut. Aku begitu karut mendengar asma cinta. Aku begitu lemah. Aku begitu terombang-ambing oleh ombak yang ku buat sendiri. Apakah guna ini semua? dasar remaja Idealis!
Sekarang aku merasa tulisan ku semakin tak jelas kemana arahnya. Pastinya kalian pembaca blog ini juga menyadarinya. Ohh... maaf, tidak akan ada yang membaca blog ku kali ini. Aku hanya pemuda yang kehilangan lampu mercusuar di tengah kabut gulita. Hanya aku sendiri lah yang membaca post-post ku ini. Tiada lain hanya aku dan diriku.
Terima kasih blogger telah menjadi tempat curahan ku malam ini :')
Aku remaja, aku labil, aku mudah mencita, mudah membenci. Itulah kenapa aku takut tuk menyentuh api cinta, takut membuat lara di hati dia yang kucintai. Juga sebagai makhluk yang egois, batinku juga takut untuk tersayat oleh tajamnya rasa cemburu yang tak beralasan. Wow!! sungguh antik bin unik! sekarang ini aku tak tahu aku sedang menulis apa. Aku hanya menuruti larinya jari-jariku di atas papa keyboard laptop ku. Ingin menangis tapi apa yang ditangisi? apakah hanya karena aku larut dalam loncatan melodi dari musik ini? sungguh misterius.
Saat ini aku mencintai seseorang? berani sekali aku mengatakan "CINTA" ?? ya karena aku remaja! yang tak berpikir panjang dan sok tahu menau tentang cinta :') aku tak pernah tahu apa yang akan kulihat di ujung hubungan ku dengan dia, kekasihku. Kadang rasa was-was datang begitu menggila. Kadang rasa acuh datang begitu menjadi-jadi. Andai aku bisa menanyakan itu kepada hatiku :')
ini juga menambah ku bingung... Sebenarnya perasaan ini muncul dari mana? bukannya semua dikendalikan otak? pikiran? bukannya hati.
Ingin berlari dari perasaan cinta, karena aku begitu takut. Aku begitu karut mendengar asma cinta. Aku begitu lemah. Aku begitu terombang-ambing oleh ombak yang ku buat sendiri. Apakah guna ini semua? dasar remaja Idealis!
Sekarang aku merasa tulisan ku semakin tak jelas kemana arahnya. Pastinya kalian pembaca blog ini juga menyadarinya. Ohh... maaf, tidak akan ada yang membaca blog ku kali ini. Aku hanya pemuda yang kehilangan lampu mercusuar di tengah kabut gulita. Hanya aku sendiri lah yang membaca post-post ku ini. Tiada lain hanya aku dan diriku.
Terima kasih blogger telah menjadi tempat curahan ku malam ini :')
Komentar
Posting Komentar